Sabtu, 31 Maret 2018

Manajemen Waktu antara Keluarga dan Ranah Produktif

Memasuki materi 3 tentang manajemen waktu. Setelah materi sebelumnya membahas ruang untuk masing-masing peran, saat ini kami diharuskan membuat kandang waktu untuk masing-masing ranah agar tidak saling berbenturan. Berhubung saya IRT yg belum memiliki anak, kandang waktu saya buat agar bisa lebih memaksimalkan waktu yg ada untuk mengeksplorasi diri dan ibadah, khususnya agar tidak banyak waktu terbuang sia2 karena keteledoran penggunaan gadget. Tentu saja, waktu paling utama adalah untuk mengurus suami & rumah tangga terlebih dahulu.

Berikut ini jadwal kegiatan sehari-hari yg saya buat:

04.00-05.30 waktu untuk ibadah
05.30-06.30 per dapuran
06.30-07.00 jeda, bincang pagi
07.00-07.30 bersih-bersih rumah
07.30-09.00 mencuci/mandi/sarapan/Dhuha
09.00 open order olshop
09.00-09.30 balas chat
09.30-10.00 open grup WA
10.00-11.00 baca buku / berkreasi
11.00-11.30 take a nap
11.30-12.00 ngaji
12.00-13.00 ishoma
13.00-14.00 TV time
14.00-15.30 buat materi bisnis/IG IIP/mengerjakan PR
15.30-17.00 ishoman, dapur/rumah tangga
18.00-19.30 ibadah
19.30-21.00 family time (ngobrol, pillow talk). No gadget.

Jadwal saya buat tidak terlalu ketat karena saya tipe yg gampang bosan. Bisa jadi, ada pekerjaan rumah tangga yg saya rolling. Namun, jika dihitung ada waktu sekitar 8 jam untuk saya mengembangkan diri, bakat, dan fokus ibadah yaitu saat-saat suami kerja/di kantor. Sedangkan untuk weekend, jadwal untuk ranah produktif selama 8 jam itu bisa dipangkas kurang lebih menjadi 2-3 jam saja karna di akhir pekan, kami (saya dan suami) sering membuat agenda bersama seperti silaturahmi, membuat project kecil-kecilan, atau sekedar hangout/makan diluar dan jalan-jalan

#RuangBerkaryaIbu
#Proyek2 inn
#TugasMateri3
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu

Sabtu, 24 Maret 2018

Memahami Kombinasi Bakat Diri beserta Ruang yg Dibutuhkan

Masuk juga ke materi ke 2 Ruang Berkarya Ibu. Pada tugas kedua ini, kami diminta untuk mengambil ruang bagi 13 peran dan potensi bakat yg kita pilih pada materi ke
1. Berikut rencana peran dan praktek untuk penguatan ke 13 aspek tsb:

1.Striving: dicipline, consistency, responsibilities. Untuk ketiga aspek ini, saya hendak menjadikannya ke dalam satu ruang. Yaitu, mendisiplinkan diri agar setiap waktu berisi kegiatan yg bermanfaat dan produktif. Kekonsistenan dan tanggungjawab dibutuhkan pula dlm hal ini. Langkah yg saya lakukan pertama, membuat time management untuk mengeksplor diri, mengurus rumah tangga, ibadah (disipilin). Membuat reward and punishment untuk diri saya sendiri  agar lebih konsisten dalam pelaksanaannya (konsisten) dan  mempertanggungjawabkan perbuatan saya kepada diri sendiri, suami, lebih utama kepada Tuhan (responsibility).

2. Thinking: learner, intelections.
Terinspirasi dari sharing salah satu member rumbel sew & craft yg menghias toples menjadi cantik, saya berencana memanfaatkan toples bekas madu dan sisa bahan decoupage tas pandan (saat mengikuti WS decoupage) dulu untuk disulap menjadi toples cantik decoupage. Ini merupakan hal baru bagi saya; belajar decoupage dgn media kaca (learner). Tentu saja, di dalam proses belajar ini tak lepas dari proses olah pikir bagaimana mengolah bahan bekas menjadi bermanfaat dan cantik dipandang (intellections)

3. Relating: harmony, connectedness
Saya akan berusaha mengungkapkan pendapat saya apabila merasa tdk cocok dgn seseorang tanpa harus menyakiti perasaan orang tsb (bisa saya mulai di keluarga atau komunitas yg saya ikuti), saya akan berusaha melapangkan segala hal, memaafkan orang-orang tsb, mendoakan mereka karna saya percaya Tuhan selalu bersama orang2 baik & tidak ada doa yg tak dikabulkan.

Sedangkan 6 peran dominan berdasarkan tes ST30, saya menambahkan dari 4 aspek yg saya pilih + 2 aspek yg dipilih suami (yg menurut saya sesuai dgn diri)
1. Caretaker
Kebetulan suami pasca operasi, jadi saya akan merawat dia sampai kondisi nya pulih seperti sedia kala, mengambil alih tugas2 beliau yg masih berat untuk dikerjakan, dan membuat menu sehat untuk beliau. Tidak malas2 an lagi mengerjakan pekerjaan rumah. Menjadi ibu favorit bagi suami dan anak-anak (nantinya), mengerjakan segala pekerjaan dgn ikhlas. Meyakinkan diri bahwa barangsiapa bersungguh2 di dalam, ia akan keluar dgn kesungguhan itu.
2. Server
Kebetulan saya bertugas sebagai admin IG Ibu Profesional Jakarta, dimana saya melayani segala pertanyaan yg masuk dgn jawaban memuaskan dan tentunya ramah. Kegiatan kerumahtanggaan saya jg merupakan bentuk server saya kepada suami. Maka, saya akan buat jadwal atau kandang waktu untuk hal ini. 
4. Strategists dan evaluator
Saya akan merancang sebuah program maintenance reseller yg saya bina di usaha bisnis saya, membuat tujuan/plan yg jelas agar kami mampu tumbuh bersama (peran server juga dibutuhkan disini). Setelah itu akan saya evaluasi program tsb sejauh mana perkembangan nya
5. Administrator
Membuat jadwal/kandang waktu untuk aktivitas disiplin dan server. Menginput dan mengelompokkan marketingtools untuk bahan jualan olshop yg saya kelola, mengumpulkan materi-materi perkuliahan di IIP & RBI, kebiasaan mencatat resep sebelum memasak

#RuangBerkaryaIbu
#Proyek2
#TugasMateri2
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu

Minggu, 18 Maret 2018

Menemukan bakat dan peran diri

Akhirnya masuk juga di materi 1 ruang berkarya ibu (RBI) Ibu Profesional. Pada tugas materi 1 ini, kami diminta untuk mengidentifikasi 7 bakat dominan berdasarkan 34 temabakat dan 6 peran dominan dari hasil tes ST30. Fyi, ST30 itu semacam tes bakat yg dibuat oleh Abah Rama Royani. Beliau lama berkecimpung di dunia pendidikan dan parenting.

7 bakat dominan berdasarkan 34 tema bakat.
1. Striving: dicipline, consistency, responsibilities
2. Thinking: learner, intelections
3. Relating: harmony, connectedness

Sedangkan 6 peran dominan berdasarkan tes ST30, saya sedikit kebingungan mengidentifikasikan diri saya. Dari 6 peran, saya hanya bisa menyebutkan 4 sbb:
1. Caretaker
2. Evaluator
3. Server
4. Strategists
Pilihan ini berbeda dgn pilihan suami yg menilai saya sbb:
1. Administrator
2. Caretaker
3. Communicator
4. Distributor
5. Educator
6. Motivator

Dari perbandingan 3 data di atas, yg saya rasakan adalah hasil bakat dan peran dominan yg saya (rasa) miliki lebih bersumber dari sebab pola asuh dan pengalaman masa lampau. Misalnya, pada aspek caretaker. Jiwa caretaker ini mirip dgn yg dimiliki eyang saya (berdasarkan pendapat orang2 yg mengenal eyang). Bisa jadi, ini seperti pengasuhan yg terpola. Karena orangtua di didik oleh orangtua yg caretaker, otomatis orangtua mengasuh saya dgn pola yg sama. Begitu juga dgn aspek harmony dan connectedness.

Sedangkan aspek dicipline, learner, consistence, intellections, educator, distributor, dll bisa jadi dipengaruhi karena pengalaman saya (pernah) menjadi guru TK dan distributor kaos anak muslim.

Pada intinya, saya belum (benar-benar) menemukan bakat yg "saya banget". Yang dengannya saya enjoy, easy, excellent, dan earn saat melakukannya karena selama ini saya berusaha mencintai pekerjaan saya saja.

#RuangBerkaryaIbu
#Proyek2
#TugasMateri1
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu

Sabtu, 15 Juli 2017

Sebuah aliran rasa..
Membaca adalah gudang ilmu. Saya percaya itu. Pengetahuan menjadi luas karena membaca, dan pada akhirnya tulisan seseorang mencerminkan..Apakah ia suka membaca atau tidak.hehe. 
Saya beruntung mewarisi ibu yg gila buku. Selalu mengumpulkan uang saku demi membeli sebuah buku. Entah..Apa yg beliau tularkan pada saya, saya tak begitu ingat. Hingga saya menjadi "gemar membaca buku". Saya ingat betul.... Bapak jg tak pernah berkata tidak ketika saya ingin membeli buku (meskipun bapak tipe auditori. Males membaca dan lebih suka dibukakan buku ketika butuh materi untuk khotbah)😂

Berbeda dengan pola asuh di keluarga suami. Buku sepertinya bukan kebutuhan pokok mereka. Meskipun bapak mertua kerja di sebuah penerbitan dan menjadi editor... Tapi sepertinya tak satupun anak-anaknya suka baca buku (termasuk suami). Ditambah lagi dgn kesibukan suami yg super duper...Tantangan ini "seperti" tidak berjalan untuk beliau. Ya sudahlah... Setidaknya beliau tak lagi nyinyir ketika setiap bulan saya "pasti" membeli buku. Bahkan kemarin, suami saya langsung berkata "ya" ketika saya minta transfer untuk beli buku. Hehehe. Seneng yaaa.....Kemajuan tidak berjalan serta Merta. Saya yakin, suatu saat suami akan cinta buku. 😊

#aliranrasa
#GameLevel5
#KuliahBundSayIIP
#ForTheThingstoChangeIMustChangeFirst

Sabtu, 13 Mei 2017

Aliran Rasa#Mengenal Gaya Belajar

Selama ini sebagian besar dari kita terpaku pada pola belajar yg salah. Kenapa saya bilang salah? Karna yg dianggap belajar adalah duduk manis membaca buku, khusyu, tenang tanpa alunan musik. Sementara anak yg banyak bertingkah, kita anggap anak yg "ndlidis", bandel, malas belajar, tak bisa diatur.

Mungkin dulu, anak-anak yg memiliki gaya belajar kinestetik "dipaksa" untuk mengikuti gaya belajar anak visual dan auditori. Sehingga, gaya belajarnya menjadi tak berkembang dan ia menjadi pembelajar yg malas.

Tantangan mengenal gaya belajar ini menyadarkan saya, bahwa tiap individu memiliki gaya belajar yg berbeda, tidak bisa dipaksakan harus sama. Sebagai calon orang tua, hendaknya kita bijak. Mempelajari gaya belajar masing-masing anak. Semoga dimudahkan.

#AliranRasa
#MengenalGayaBelajar
#KuliahBundSayIIP

Minggu, 07 Mei 2017

Tingkah Pola Lucu Alif

Level#4: Mengenal Gaya Belajar

Jam 03.00 WIB si raja kecil sudah bangun. Seperti biasa, Alif mengajak Tante nya bermain bola. Setelah asik bermain bola, saya ajak Alif mengenal beras. Saya ajak menyentuh tekstur beras. Saya tanya apa rasanya. Saya ajak memasukkan beras ke dalam gelas, menggunakan tangan lalu sendok. Saya coba memberi instruksi sederhana. Alif paham. Saya coba menstimulus gaya belajar auditori ya. Alif sepertinya suka.

Sampai waktunya makan, Alif masih asyik dengan berasnya. Dihamburkan beras kemana-mana. Saya minta menjumputi lagi, Alif menurut. Stimulus auditori ini sepertinya harus lebih digalakkan

#Level4
#TantanganHari10
#MengenalGayaBelajar
#KuliahBundSayIIP