Jumat, 28 April 2017

Observasi 1 tahap 2

Level#4: Menemukan Gaya Belajar

☑ Mudah terganggu suara jika sedang belajar
☑ Tidak bisa duduk diam di tempat belajar
☑ Menghafal dgn cara menyebut keras-keras
☑ Membuat catatan untuk mempermudah belajar
☑ Menstabilo bagian penting saat belajar
☑ Suka mencorat-coret buku dgn gambar

Itulah gaya belajar pada diri yg saya amati selama ini. Sementara checklist sampai disini dulu, butuh pengamatan lebih untuk mengetahui gaya belajar saya

#Level4
#TantanganHari5
#GayaBelajar
#KuliahBundSayIIP


Rabu, 26 April 2017

Checklist Observasi

Level#4: Mengenal Gaya Belajar

Dari hasil pengamatan sementara, ini gaya belajar yg dimiliki suami.

Visual:
☑ Betah duduk lama saat bekerja
☑ Tidak mudah terganggu keadaan sekitar
☑ Mencatat kembali di catatan kecil
☑ Ketika belajar hal baru lebih sering melihat video tutorial (meskipun tanpa suara)
☑ Men-screenshoot rute2 di GPS ketika akan berkendara di tempat baru
☑ Ketika membaca, melihat gambar terlebih dahulu
☑ Browsing terlebih dahulu untuk mengetahui sesuatu

Auditori:
☑ Menunggu instruksi / memastikan ada instruksi terlebih dahulu sebelum bertindak
☑ Terkadang, menggunakan laptop sambil mendengarkan musik

Dari kesimpulan sementara ini, gaya belajar suami masih dominan visual learner. Observasi sesungguhnya tentu membutuhkan waktu yg lebih lama agar mendapatkan data yg valid dan reliabel

#Level4
#TantanganHari5
#GayaBelajar
#KuliahBundSayIIP

Selasa, 25 April 2017

Observasi 3

Level#4: Menemukan Gaya Belajar

Ternyata lebih besar tantangannya ketika meng observasi gaya belajar orang dewasa. Apa yg kita amati di aktivitas sehari-hari terkadang tidak menjadi kunci. Berbeda pada anak-anak, kita bisa membuat aktivitas bersama yg menstimulus maupun menggali gaya belajarnya.

Mengamati gaya belajar suami ini pun besar tantangannya. Karna suami lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor. Tapi mungkin ini bisa jadi petunjuk.

Semalam saya meminta tolong suami untuk berbelanja di supermarket yg ada di lantai dasar kantornya. Semua kebutuhan saya catat di SMS. Sepulang kerja sekitar pukul 21.00 WIB suami menelepon saya untuk memastikan daftar catatan yg saya berikan. Pun ketika merk yg saya minta tidak ada, suami menelepon saya untuk memberitahu alternatif nya. Sesampainya di rumah, suami memberikan barang belanjaan kepada saya, menyerahkan nota belanja, dan ternyata beliau mencatat lagi sms dari saya di notes kecil miliknya. Hayoo... Kira-kira gaya belajar apa inii?? 😊
.
.

Nb: maaf tanpa foto. PR dikerjakan di depan JNE. Note ketinggalan di rumah belum difoto. Mumpung ada motor bisa keluar rumah.Di rumah tidak ada sinyal


#Level4
#TantanganHariKe4
#GayaBelajar
#KuliahBundSayIIP

Minggu, 23 April 2017

Observasi 2

Level#4: Mengenal Gaya Belajar

Alhamdulillah ala kulli hal... Malam Ahad dan hari ini saya didera batuk berdahak parah. Tenggorokan, kepala, dan dada rasanya gak karuan. Tidur malam pun jadi tak nyenyak. Di saat2 seperti ini ternyata ada yg menaruh perhatian pada saya. Karena saya tidak ingin diperiksakan ke dokter atau minum obat kimia, suami saya berinisiatif mencarikan obat herbal untuk saya. Langsung browsing lah beliau, mencari obat herbal pereda batuk. Saya sih tau...Tapi saya diamkan saja bapak satu ini mengeksplor rasa ingin tahu nya.Hehe.
.
Akhirnya beliau menemukan juga obat batuk alami, diantaranya jeruk nipis, jahe, dan kencur. Diapakan rempah-rempah ini? Katanya bertanya.. dibersihkan, seduh pakai air panas saja, Yah. Kataku.
Hmm.... Saya dapat mengambil 2 poin disini.
1. Beliau browsing dulu untuk mengetahui sesuatu
2. Beliau menunggu instruksi dari saya sebelum melakukan sesuatu yg di luar keahliannya.
.
.
Kira-kira apa ya...Gaya belajarnya? 😊, Keep the data dulu yaa....


#TantanganHari3
#Level4
#GayaBelajar
#akuli

Sabtu, 22 April 2017

Observasi 1

Game Level 4: Mengenali Gaya Belajar

Terkadang seseorang sulit untuk meng introspeksi dirinya sendiri. Alhasil, saya terlebih dahulu mengamati gaya belajar suami.
.
☑ Suami, ketika belajar sesuatu hal baru lebih sering melihat video tutorial.
☑ Ketika disodori buku, hanya dilihat sekilas dan lebih tertarik melihat gambarnya.
☑ Jika sedang di depan laptop, tidak mudah terganggu dengan keadaan di sekitarnya, betah duduk lama, tapi jarang bekerja menggunakan musik.
☑ Jika ingin pergi ke suatu tempat yg belum tau rute perjalanannya, langsung buka GPS dan men screenshoot rute demi rute yg harus dilalui.
☑ Selalu melewati rute yg sama ketika berangkat dan pulang kerja sesuai dengan rute yg dia ketahui.

Sementara, checklist pengamatan sebatas itu dulu yaa...


#TantanganHari2
#Level4
#GayaBelajar
#KuliahBundSayIIP

Flashback masa lampau...

Game Level#4: Mengetahui gaya belajar anak.

Berhubung kami belum memiliki anak, kami berusaha mengobservasi gaya belajar kami sendiri. Istilah gaya belajar ini sudah saya kenal lama sejak jaman kuliah namun tidak terlalu saya pedulikan dan saya anggap hanya materi perkuliahan biasa. Ternyata gaya belajar ini sangat berpengaruh pada "kesuksesan" seseorang karena dengan belajar menggunakan gaya nya masing2, anak akan lebih cepat dan mudah menangkap informasi di sekitarnya.

Saya pribadi merasa, (di jaman saya) sekolah-sekolah di Indonesia kurang banyak memiliki variasi atau pun memfasilitasi pendidikan dan pengajaran sesuai gaya belajar anak. Mayoritas menggunakan gaya visual dan auditori saja padahal masih ada satu gaya belajar lainnya yaitu gaya belajar kinestetik. Akibatnya, anak-anak yg memiliki kecerdasan kinestetik dianggap sebagai pembuat onar karna di kelas sering gaduh, banyak bergerak, dan usil. Saya masih ingat betul teman SD saya, yg dijuluki guru si pembuat onar justru lulus dengan nilai tinggi, diterima di sekolah favorit, dan sekarang menjadi pengusaha muda.

Lalu, apa gaya belajar saya? Saya akan sedikit bercerita. Saya pernah mengikuti serangkaian tes psikologi untuk mengungkap tentang gaya belajar dan kecerdasan. Dan tau apa gaya belajar saya? Di hasil tes tertulis gaya belajar saya adalah kinestetik. Sama sekali tidak sesuai dugaan karna sebelumnya pernah mencocokkan dengan item yg ada, dan saya tidak ada sama sekali kinestetik2 nya. Kenapa bisa begitu? Entahlah.. ini masih menjadi tanda tanya sampai sekarang... Saya sempat menduga, apa karna di sekolah lebih sering "memfasilitasi" anak-anak dengan gaya belajar visual dan auditori sehingga gaya belajar saya seperti "tenggelam" karna kurang stimulus???

#TantanganHari1
#Level4
#GayaBelajar
#KuliahBundSayIIP

Nb: ngetik di TMII sambil sarapan mendoan 😂

Jumat, 14 April 2017

Ketika yg biasa terasa istimewa

Aliran rasa: My Family My Team

Hari-hari kami nikmati berdua saja di tanah rantau. Walau sebenarnya intensitas bertemu suami hanya malam menjelang tidur dan pagi ketika suami akan berangkat kerja. Di tulisan sebelumnya pernah saya ceritakan.. suami kerja hari Senin-Jumat pukul 07.30-22.00 (atau lebih) dan Sabtu pukul 07.30-18.30 (atau lebih) tanggal merah tetap masuk, hari Ahad masuk jika si bos memanggil. (Dispensasi hari Ahad libur bagi suami yg mengajak keluarganya ke rantau). Oya, rata2 teman suami jarang yg membawa istri dan anaknya ke rantau, rata2 gak betah dan minta pulang lagi. Bisa dibayangkan betapa sepinya hidup saya.

Sampai akhirnya suami dipindahtugaskan ke kantor pusat. Dengan hari kerja senin-jumat pukul 08.00-17.00 (tapi kenyataan,rata2 pulang di pukul 21.00), Sabtu-Ahad libur, tanggal merah libur. Doa yg selalu kami panjatkan akhirnya terkabul tanpa harus meminta mutasi. Konsekuensi nya, saya bisa ditinggal dinas seluruh Indonesia minimal 3 hari dan maksimal 2 Minggu (Alhamdulillah belum ada DL..) dan gaji yg menyusut dari sebelumnya (tapi insya Allah lebih berkah).

Sangat...Sangat bersyukur dengan takdir Allah SWT ini, tak bisa membayangkan jika suami masih kerja di kantor lama.. menyusun project keluarga barangkali menjadi mustahil dilakukan. Alhamdulillah, suami sangat antusias dan menikmati prosesnya walau awalnya beliau "ngikut" karna istrinya minta tolong saja. Bahkan di akhir project beliau sempat berangan begini dan begitu dengan project lainnya.

Jujur saya sempat mengalami bosan karena kemana2 berdua saja, ngobrol juga lama lama jenuh..Karna sudah terlalu banyak yg kami obrolan hanya berdua saja. Tapi dengan project ini, seperti ada sesuatu yang baru. Ada kolaborasi, ada komunikasi, ada ide, dan ada "product" yg kami buat. Walaupun sederhana, ketika dikonsep dengan matang, "rasanya" juga semakin "ngena".

Sempet Baper juga karena teman yg lain bisa beraktivitas membuat project bersama buah hati tercinta. Apalagi saling curcol di grup whatsapp. Sepertinya seru sekalii...Dan Tentu tantangannya lebih berat ya.. saya hanya bisa menyimak dalam diam saja. Karna cerita saya tak semenarik cerita ibu-ibu lainnya.

Sempet menitikkan air mata karena rindu sosok mungil di tengah-tengah kami. Rindu mendidik sepenuh hati sesuai dgn apa yg telah banyak IIP berikan. Khawatir jika ilmu ini menguap begitu saja jika tak lekas dipraktekkan.

Ah..Campur aduk pokoknya mengerjakan tantangan ini...

#AliranRasa
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundSayIIP