Kamis, 03 November 2016

Surat Cinta untuk Si Cinta

Assalamu'alaykum Cinta...

Wah, gegara ada PR dari kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional nya Ibu Septi Peni Wulandari..
jadi nulis surat cinta lagi deh untuk kamu..iya kamu..haha
terakhir kapan ya Yah,..udah lama banget ga buatin ayah surat cinta..
dari jaman manggilnya "akang" sampe berubah jadi "ayah"...wehehehe...
akhirnya keturutan juga permintaan mu ya, Yah...
masih ingat waktu ayah bilang: "udah lama ya bunda ga bikinin ayah surat cinta?"
(kamu juga dah lama Yah....ga bikinin bunda :P)

Surat cinta,
ternyata tak semudah ketika aku menulisnya di jaman dulu
saat kita masih jauh,
saat kita masih LDM

Mungkin karna kita sudah terlalu terbiasa menghabiskan waktu bersama...
mungkin karna rutinitas harian kita yang sama sepanjang hari nya...
Nah, jadi sedikit lebih paham maksud dan tujuan Sang Ibu Profesional, Ibu Peni..
RUTINITAS..

Rutinitas itu membunuh kreativitas..
rutinitas itu menimbulkan kejemuan..
dan ketika jemu melanda, maka harus ada bumbu penyedap
(tapi bukan micin.Ga sehat!). Tapi...
bumbu penyedap yg menambah cita rasa rumah tangga kita #eaa

Jika kita mau belajar,
rasanya pernikahan kita ini masih seumur jagung
rasanya belum cukup ilmu ke-rumahtangga-an ku
lebih-lebih untuk menjadi Ibu Profesional...
Eits, dan Ayah Profesional juga..
bunda gak mau yaa "berusaha" sendirian...wakakakak

Tapi Yah..
bunda bersyukur..
karna bunda telah memilih suami dan calon ayah yg tepat untuk anak-anak kita nanti :)
walaupun di awal sering baper karna kita tak kunjung dikaruniai keturunan..
walaupun masih sering "kesel" dengan pekerjaanmu yang menguras tenaga dan pikiran..
membuat jam tidur berkurang, membuat stamina mu loyo dan akhirnya mengkambing hitamkan pekerjaan mu itu sebagai alasan kita tak segera mendapatkan momongan.. akh..
bunda hanya bisa berdoa, semoga ada keberkahan di pekerjaan Ayah yg sekarang ini...
semoga bertahan di pekerjaan ini bukan keputusan yang salah..
dan Allah meridhoi..memberkahi..
mungkin..ini semua takdir Allah,
itu rencana nya..
untuk meng HEBAT kan kita...

Karna itu Yah,
selagi masih ada waktu..
insya allah bunda akan terus belajar..
bunda ga akan menyia-nyia kan kesempatan ini
sampai waktu yang tepat itu tiba..
saat kita benar-benar siap fisik mental untuk menyambut kedatangan dedek bayi
mengasuh dan mendidik nya hingga melepas nya menjadi manusia yg mampu mempertanggung jawabkan perbuatan nya sendiri.... :)
doakan bunda istiqomah ya ayah ayonggg....
dan bunda harap ayah juga mau belajar (hehe)

Trima Kasih ya Yah,
sudah membawa bunda ke kehidupanmu..
merantau, belajar mandiri, dll
trima kasih untuk kesempatan ini..
andai kan bunda di Solo..
masih ngajar di sekolah (tuutttt....) di sensor.wahaha
mungkin bunda ga sempat mempelajari ini semua

bunda ga akan total belajar bisnis
(karna kopdar hanya di wilayah jabodetabek saja).hihihi
bunda ga akan mencari-cari kesibukan..
mencari ilmu ini itu..
karna bunda sudah cukup sibuk di sekolah.haha

Trima kasih juga..
sudah menjadi suami yg sabar
yg mencium istri tiap hari.hehehe
yg selalu mendengarkan omelan ini itu
mau belajar untuk berubah..
mau belajar untuk lebih peka..
mau membantu pekerjaan rumah tangga di tengah capek mu
mau mendengarkan cerita tengah malam di tengah kantuk mu..

Ayo Yah..
bunda punya harapan besar..
untuk menjadi Ibu inspiratif seperti ibok kirana,psikolog Elly Risman, atau Ibu Septi Peni
dan semua itu tidak mungkin bisa bunda lakukan tanpa bantuan dan dukungan ayah..
Ayo yah..kita samakan visi misi..
mumpung belum terlambat..
Ayo yah..kita belajar lagi..
belajar terus..
kita tuliskan harapan dan doa untuk anak kita
jika Allah berketetapan memberikan keturunan kepada kita
Semoga Allah mencatatnya sebagai proses pemantasan diri dalam menerima amanah keturunan

Ayo Yah...terus SEMANGAT..!!!

*ini surat cinta semi curhat semi apalah apalah.. gapapa ya Yah ^^

always love you

bunda

Selasa, 25 Agustus 2015

tepat satu bulan

tanggal 24-8-15 tepat satu bulan menempati kontrakan baru di Kp.Sadang Rt 01/02 Kel.Barengkok Kec.Kibin Serang-Banten.Masih belajar menjadi manajer rumah tangga yang baik.Semoga keikutsertaanku mendampingi bukan malah memperberat keadaan.Sehatkan suamiku ya Rabb..berikan selalu kelancaran dan keberkahan rezeki-Mu.Aku tak ingin ada komentar-komentar "miring" yg justru datang dari orang-orang terdekatnya seperti yg sudah-sudah.Walau mereka bilang itu emosi sesaat dan mereka pun sudah meminta maaf, hati ini tetap saja terlanjur tergores. Dan luka itu, sekalipun sembuh, tetap ada bekasnya bukan??

Sabtu, 16 Mei 2015

Minggu, 23 November 2014

Maafkan aku, Ibu...

Aku tahu, gelagatku malam ini atau bahkan hari-hari sebelumnya menjadi tanda tanya untukmu
Caramu menatapku malam ini seolah mengatakan "ada yg kau sembunyikan"
Yaa..memang ada yg kusembunyikan, banyak yg kusembunyikan..
karna ada banyak hati yg harus kujaga.Bahkan hatiku pun hancur,aku akan tetap menjaga banyak hati yang lain.
Saat ini dan ke depan nanti, mungkin tidak sesering dulu aku akan curhat kepadamu..
Aku ingin sepertimu,yang tak pernah mengumbar aib pada siapapun, bahkan anak-anakmu
Aku ingin sepertimu, yang tak pernah menunjukkan marah pada siapapun..
Aku ingin sepertimu, yang sanggup memendam semuanya sendiri hanya demi menjaga perasaan orang lain.
Aku ingin se-ikhlas dirimu, yang menyimpan rapat semua..tanpa beban..tanpa pikiran macam2
pertanyaanmu malam ini : kok lama banget? tak kira nginep sana...
hanya aku jawab : iya, asyik ngobrol bu..
(demi menutupi, demi menjaga semua. Andai kau tahu perasaanku malam ini ibu...
ingin kubantah habis-habisan semua prasangka buruk tentangmu...dan ingin kuceritakan semua apa adanya...Tapi aku nggak ingin, hubungan dua keluarga ini jadi buruk.Dan lebih baik, kau tidak tahu semuanya...semuanya tentang malam ini.Maafkan aku, Ibu...)

Ya Allah...kuatkan aku..

Rabu, 15 Oktober 2014

Ridho-mu, prinsip-ku

Aku sadar..
menikah memang butuh kesiapan..
salah satunya kesiapan bahwa aku tak bisa se"bebas" dulu
dulu pun sebenarnya juga tak sepenuhnya "bebas"...
maka dari itu aku siap menikah :)

Sayang...
ketika ijab qobul telah dilaksanakan, maka tanggung jawab orang tuaku atas aku
berpindahtangan padamu
ketika dulu aku bisa mematuhi larangan orang tuaku..
sudah seharusnya kini aku mematuhi laranganmu..
aku yakin, kamu melarang pasti ada alasan
maka dari itu, jangan pernah sungkan untuk melarangku
jika memang itu lebih baik untukku menurut syari'at Nya

Mungkin ada sedikit kecewa ketika kau melarangku,
melakukan apa yg menjadi passion ku
Yah..mungkin aku yg terlambat menemukan passion ku
kenapa tidak dari dulu ketika masih lajang (hehe)
barangkali karena dulu fokusku adalah tanggung jawab pada orang tuaku
yang telah susah payah menghidupi ku
sehingga fokus-ku hanya bersungguh2,,
menyelesaikan studi dgn nilai baik dan tepat waktu

Tapi bukan berarti aku marah..
diam-ku setelah larangan-mu..
lebih karna aku meredam emosi karna omongan2 di luar sana
"ih..bojomu gak asyik banget tah"
"masak kayak gitu dilarang.."
"ah..besok2 gak usah ngajak kamu aja.." dst-nya
dalam hatiku..Oh, ada ketidakpahaman..
bahwa tanggung jawab seorang suami itu amat besar. Bukan begitu, sayang?
Tapi, untuk lepas 100% dari mereka, terus terang aku belum bisa
karna bagaimana pun aku butuh mereka
yg bisa menghilangkan kepenatan ku dengan aktivitas harianku
sekedar sharing, menambah pengalaman atau tertawa lepas menikmati alam bebas
yg jujur tanpa kepura-puraan..
mengatakan tidak suka kalau memang tidak suka
yg tulus dan apa adanya
tanpa topeng atau kemunafikan seperti yg lain
yg "menjaga" ku di tengah lingkungan yg penuh sandiwara

Jika aku sedang diam,
jangan jauhi aku..
tapi dekati aku..
peluk aku..
tenangkan aku..
aku tidak akan marah atau pun sakit hati..
aku tidak ingin menjadi penghalang
antara dirimu dan jannah-Nya
karena ke-durhakaan-ku..
prinsipku..
Ridho-mu adalah kebahagiaan-ku

Minggu, 17 Agustus 2014

Ada yang tak beres dengan diri ini....

Ya Rabb,
sudah hampir dua minggu dan belum menemukan semangatku kembali
hati, pikiran ini mungkin sudah terkontaminasi
menjadi tak objektif lagi
menjadi tak netral lagi
prasangka melanda..lalu takut, cemas, dan tak tenang..
rasanya capek..ingin segera meninggalkan komunitas ini..
rasanya lelah...ingin segera pergi terbang...
Ya Rabb...jauhkan hamba dari prasangka negatif terhadap orang di sekeliling hamba
Ya Rabb..lindungi hamba dari orang yang berniat menjahati atau menyakiti hamba, baik yang nampak terang atau tersembunyi..
Hanya kepada Engkau hamba memohon dan berharap. Aamiin

Senin, 11 Agustus 2014

Ya..Cinta Memang Indah pada Waktunya...

Akhirnya, membaca surat cintaku yg kedua-darinya..setelah sekian lama,
ada rasa tak mengira, bahwa akan mendapatkan surat cinta kedua kalinya dari orang yang sama :),
seperti mimpi yang jadi nyata,
seperti doa yg senantiasa terpanjat sekian lama dan akhirnya dikabulkan
ada rasa gembira membuncah,semburat merah merona di pipi ketika membacanya
hati ini meloncat girang,,
dada ini menjadi sesak..
karena haru..
sedikitnya pertemuan kita,,
tak seharusnya aku memasang muka cemberutku
singkatnya kebersamaan kita,,
tak seharusnya aku membuatmu kecewa karna usahamu untuk membuatku tersenyum tak berbalas
terbatasnya waktu untuk kita berdua..
tak seharusnya aku membuatmu "menenangkan diri" di masjid karena "ulahku"...
Maaf..karna diri ini belum mampu untuk meminta maaf secara langsung
Maaf belum bisa menjadi istri yang sempurna
Maaf untuk semua kekuranganku...
hanya pelukanku di pagi itu yang mampu aku lakukan untuk mewakili penyesalanku
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pertemuan dan perpisahan sementara yang ketiga kalinya setelah janji suci kita,,
untuk yang pertama kali, aku begitu siap..ah, kemarin2 aku juga sendiri.. (batinku)
yang kedua kalinya,ada rasa ingin mendekapmu..tapi malu..dan di dalam hati..ah..ga sampai dua bulan, sudah balik lagi
dan yang ketiga kalinya...aku rasakan,, kenapa berat untuk melepas kepergianmu..?
bahkan ketika -akhirnya- bisa mendekapmu, rasanya tak ingin..tak mau berpisah darimu..
Suamiku...kau berhasil membuatku jatuh cinta padamu..
kedewasaanmu,caramu memperhatikanku,sayangmu padaku, nasihatmu untuk membimbingku...
tatapan matamu yang lembut dan menyejukkan..seolah mengatakan ada aku..yang akan mencintaimu
pelukanmu yang membuatku tenang, seolah mengatakan tunggu aku, aku akan segera pulang
kecupmu di keningku..yang membuat hati ini bergetar..
membuatku rindu...dan semakin merindukanmu..
semoga Allah SWT senantiasa menumbuhkan benih-benih cinta diantara kita dan keluarga kita serta menjaganya...Aamiin..