Tampilkan postingan dengan label jendela ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jendela ilmu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Januari 2014

Satu lagi ilmu

Pertanyaan bpk ANH:
Apa dengan tidak mengajarkan ke anak (Calistung) di usia emas nya itu berarti memanjakankan anak yang memiliki kemampuan akademisnya…..
Kita khan bisa menyelipkan huruf2 ato angka2 dalam proses bermain anak. Kalau mereka mampu kenapa tidak diteruskan (kemampuan otak anak juga berbeda-beda ada yang mudah nangkap dan ingatannya tajam dan ada juga yang tidak khan Bu…..)
Jawaban:
Jd begini Pak, kami menyadari bahwa mayoritas orang Indonesia itu tdk memahami perkembangan otak anak, hal itu mengakibatkan para ortu salah mengasuh dan para guru salah mendidik. Dan apa akibatnya dr salah2 itu?
Kita bisa lihat orang tua yg seharusnya sdh dewasa bertingkah spt anak2. Banyak. Contoh gampangnya anggota DPR kita yth. Tingkahnya persis anak TK. Kerja nggak bener tp minta imbalan lebih, nggak dikasih ma rakyat tp malah ngelunjak.
Contoh ke-2, kita lebih banyak mencetak insan2 bermental pegawai bukan visioner, bukan pakar/ahli dibidang masing2, bukan orang2 yg bermental pengusaha pembuka lowongan kerja. Rakyat Indonesia tdk suka mengambil resiko kegagalan, pilih jd pegawai krn tenang mendapat gaji bulanan tp ketika di PHK kelabakan nggak punya keterampilan.
Contoh ke-3, kita terbiasa mengapresiasi rangking teratas (5/10 besar), nilai sempurna (80-100) kita jarang mengapresiasi kerja keras mereka dalam belajar. Padahal ada anak yg sudah belajar mati2an tapi mereka tetep gak dpt nilai bagus gak dapet rangking krn kemampuan mereka tdk sama dan bakat mereka pun beda2. Akibatnya? ketika UN sekolah melakukan kecurangan diamini oleh ortu (sdh terjadi bukan?) Kalau anak2 kita terbiasa dihargai kerja kerasnya bukan angka atau nilainya semata, mereka pasti menolak disuruh curang, karena mereka PD dengan hasil usaha belajarnya sendiri, tapi nyatanya…buanyakkk anak2 itu yg melaksanakan perintah memalukan itu. Dan kita sekarang pun memiliki pahlawan cilik kejujuran segala.
Para ahli otak di dunia termasuk di Indonesia semacam Indonesian Neuroscience Society sdh lama melakukan penelitian bahwa: otak anak2 itu belum berkembang sempurna(matang) hingga dia berusia 20-25th! stlh sempurna baru mereka dianggap yg namanya “Dewasa”. Bayangkan!
Otak kita dibagi 3: batang otak (diatas leher), limbik (kepala bg belakang), dan pre frontal cortex/PFC (kepala bag depan/di jidat). Perkembangan ketiganya itu pun sesuai dng urutan diatas. Jd PFC itulah yg terakhir berkembang dng sempurna dan yg menandakan seseorang mjd dewasa.
Kita pasti sdh familiar dengan kisah Rosulallah yg ketika mengimami sholat beliau sujudnya lamaaaa sekali. Lalu para sahabat bertanya: “kenapa lama? apakah Rosulallah sedang menerima wahyu dr Allah SWT?” Rosul menjawab:”tidak, cucuku tadi menaiki punggungku”. Jd beliau menunggu sampai cucunya turun dr punggungnya. Beliau tdk memberi isyarat pd cucunya unt turun. Tak spt kita, kalau kita paling dicubit itu anak hahaha.. benar bukan?
Apa yg kita petik dr kisah diatas? Rosul lebih mementingkan/mendahulukan cucunya yg sedang bermain2 ketimbang ibadahnya! Subhanallah…!
Dan apa hubungan kisah diatas dengan perkembangan otak?
Sambungan otak anak2 itu belum sempurna, otak mereka baru siap menerima hal2 kognitif pada usia 7-8 th. Sebelum usia itu, dunia mereka yg pantas adalah hanya bermain, bermain dan bermain. Dan mereka PUN tidak boleh DIMARAHI. Allahuakbar! Sebelum ada ahli otak yg meneliti, Rosulallah sudah menerapkan hal itu pada cucunya!
Lalu apa akibatnya kalau masa2 usia bermain mereka direnggut untuk belajar hal2 yg kognitif? –> Dewasanya kelak mereka bertingkah spt anak kecil: suka mengurung burung demi kesenangannya sendiri, sakit2an karena ingin diperhatikan orang2 sekitarnya, spt anggota DPR yg saya tuliskan di atas, korupsi demi kepentingan diri sendiri/keluarga/golongan dan tdk merasa bersalah malah ngeles terus di pengadilan, dannn sikap kekanak2an lainnya
Kalau kita ingin membuktikannya, ada ciri2 yang mudah kita lihat bahwa perkembangan otak anak2 belum siap untuk menerima hal2 kognitif :
(1) ketika kita membacakannya sebuah cerita/dongeng mereka akan meminta kita mengulanginya lagi, lagi dan lagi. Kita yg tua sampai bosen tp dia tak pernah bosen mendengar cerita kesukaannya itu diulang2 berkali-kali berhari-hari.
(2) mereka yg antusias belajar membaca lalu bisa, tapi mereka tidak paham dengan apa yg mereka baca.

Silahkan dipraktikkan.
Kalau mereka hari ini minta dibacakan cerita A besok minta cerita B besoknya lagi C esok lagi D dan kalau mereka sdh paham dengan apa yg dibacakan, artinya otak mereka sdh siap menerima hal2 yg kognitif.
Lalu apa yg seharusnya kita ajarkan pada mereka (0-7/8th)?
1. JANGAN DIMARAHI
2. TIDAK DIAJARKAN MEMBACA, MENULIS, MENGHITUNG.
3. Bermain role play; memahami bahasa tubuh, suara dan wajah; berbagi hal yg memberikan pengalaman emosional, field trip, mendengarkan musik, mendengarkan dongeng,
4. Bahkan, anak usia 0-12th pengasuhan dan pendidikannya ditujukan untuk membangun emosi yg tepat, empati, (mood & feeling)

Jadi, aturan pemerintah tentang usia masuk SD harus minimal 7th itu bukan tanpa alasan.
Tentu boleh2 saja menyelipkan angka dan huruf, tapi tidak belajar membaca dan menulis dan menghitung.
Mudah nangkep & ingatannya tajam atau tidak bukanlah ukurannya.
Bagaimana dengan tidak mengajarkan anak calistung diusia emas diartikan kita memanjakan anak? wong dia belum bisa mikir itu sudah waktunya dipelajari atau belum :) Usia emas itu jualannya susu Formula Pak.. :) Usia emas semestinya kita artikan sebagai masa2 tumbuh kembang anak yg paling pas untuk kita tanamkan budi pekerti dan akhlak yg mulia.
Slogan TK: bermain sambil belajar, belajar seraya bemain JANGAN diartikan dng BELAJAR calistung.
Para peneliti otak diseluruh dunia sepakat bahwa PFC seorang anak belum siap untuk dijejalkan hal2 yg kognitif. Apa akibat dr pemaksaan terhadap hal2 kognitif?
- membuat anak tidak mampu menunjukkan emosi yg tepat.
- kendali emosi (intra personalnya terganggu)
- sulit menunjukkan empati.
Sudah banyak ortu yg mengeluhkan: anak2nya ketika masih usia dini sangat antuasias belajar CALISTUNG lalu ortunya merespon dengan memberikan porsi lebih banyak entah mengajari sendiri secara intensif atau memasukkannya ke les2 calistung daaannnn ujung2nya datang pada satu masa anak2 itu bosan lalu akhirnya mogok belajar mogok sekolah. mereka menjadi malas. Itu terjadi karena otaknya yg terforsir sudah kelelahan. Bahkan ada yg saat mau ujian malahan blank, nggak bisa mikir sama sekali.
Tenang, Pak… kita hanya perlu waktu 3 bulan untuk melatih seorang anak bisa metematika, namun diperlukan waktu lebih dari 15 tahun untuk bisa membuat seorang anak mampu berempati, peduli teman dan lingkungan serta memiliki karakter yang mulia untuk bisa menciptakan kehidupan yang lebih baik. Ini sudah terbukti.
Jadi sudah sangat jelas alasan saya tidak setuju dengan diadakannya lomba calistung untuk anak TK dan sederajat di Madrasah kita. ahh belum lagi efek kejiwaan yg dihasilkan pd anak2 itu karena mengikuti lomba2 terlalu dini apalagi calistung. Sudah terlalu panjang, kapan2 Insyallah saya tulis jg disini.
Wassalam.

*Pengetahuan yg saya tulis diatas saya dapatkan (sarikan) dari hasil mengikuti seminar2 parenting ibu Elly Risman, Psi dan talkshow2 serta tulisan2 Ayah Edy. (By: Yani Widiatno.com)

Rabu, 01 Januari 2014

MBTI

Geli..menertawakan diri sendiri..
Muller Bridge Type Indicator itu = MBTI -_-"


And..It's me...

Scientist
INTJ adalah seorang analitis. Mereka paling nyaman bekerja sendiri dan cenderung kurang bergaul dibanding orang lainnya. Namun demikian, INTJ siap memimpin jika tidak ada orang yang melakukan tugas itu, atau jika mereka melihat kelemahan dalam sebuah kepemimpinan. Mereka cenderung pragmatis, logis, dan kreatif.
INTJ adalah individu yang kuat mencari sudut yang baru atau cara baru dalam memandang sesuatu. Mereka menikmati adanya pemahaman baru. Mereka memiliki wawasan dan mental cepat, namun, mereka menyimpan banyak hal untuk diri mereka sendiri. Mereka adalah orang yang sangat menentukan visi, terlepas dari apa yang orang lain pikirkan. Mereka bahkan mungkin dianggap paling independen dari semua tipe kepribadian. INTJ adalah yang terbaik dalam hal ketenangan dan ketegasan, mengembangkan ide-ide mereka, teori, dan prinsip-prinsip.
Keunggulan dari INTJ mencakup independensi dalam pemikiran dan keinginan untuk efisiensi. Mereka bekerja dengan baik ketika diberi otonomi dan kebebasan kreatif. Mereka memiliki bakat untuk menganalisis dan merumuskan teori-teori yang kompleks. INTJ umumnya cocok untuk pekerjaan dalam akademisi, penelitian, konsultasi, manajemen, ilmu pengetahuan, teknik, dan hukum. Mereka sering menyadari pengetahuan dan kemampuan mereka sendiri-juga keterbatasan mereka dan apa yang mereka tidak tahu. INTJ mengembangkan keyakinan yang kuat dalam kemampuan dan bakat mereka, membuat mereka pemimpin yang alami.
Dalam membentuk hubungan, INTJ cenderung mencari orang lain dengan karakter yang sama dan ideologi yang sama pula. Konsep-konsep teoritis adalah aspek penting dari hubungan mereka. Hubungan kedekatan ini dilihat secara rasional. Akibatnya, INTJ tidak selalu merespon sebuah kegilaan spontan, tapi menunggu adanya pasangan yang lebih baik dan sesuai kriteria ditetapkan mereka. Mereka cenderung stabil, handal, dan berdedikasi. Harmoni dalam hubungan dan kehidupan rumah cenderung menjadi sangat penting bagi mereka. Mereka umumnya menahan emosi yang kuat dan tidak suka membuang-buang waktu dengan apa yang mereka anggap irasional. Hal ini dapat menyebabkan non-INTJ menganggap INTJ jauh dan pendiam, namun, INTJ biasanya dapat menjadi mitra yang sangat setia dan siap untuk melakukan energi besar dalam suatu hubungan.
Sebagai pasangan, INTJ ingin harmoni dan ketertiban di rumah dan dalam sebuah hubungan. INTJ percaya intuisi mereka dalam memilih teman dan pasangan, walaupun bertentangan dari orang lain. Emosi dari INTJ sulit untuk dibaca, dan INTJ laki-laki atau perempuan cenderung untuk mengekspresikan reaksi emosional. Kadang-kadang, INTJ tampak dingin, pendiam, dan tidak responsif. Dalam situasi sosial, INTJ mungkin juga tidak responsif dan dapat mengabaikan ritual kecil yang dirancang untuk membuat orang lain nyaman. Sebagai contoh, INTJ dapat menganggap bahwa berkomunikasi seperti obrolan ringan adalah buang-buang waktu. Dalam hubungan interpersonal mereka, INTJ biasanya lebih baik dalam situasi kerja daripada dalam situasi rekreasi.
Ringkasan: Memiliki pikiran original dan dorongan kuat untuk menerapkan ide-ide mereka dan mencapai tujuan mereka. Cepat melihat pola dalam kejadian eksternal dan mengembangkan perspektif jangka panjang yang jelas. Cerdas dalam mengorganisir pekerjaan dan melaksanakannya. Skeptis dan independen, memiliki standar kompetensi yang tinggi dan kinerja – untuk diri mereka sendiri dan orang lain.
Kata kunci: Strategis, analitis, pemecah masalah, desain konseptual, perencanaan.
Karir pekerjaan: Eksekutif, hukum, arsitek, komputer profesional, konsultan manajemen, insinyur, ilmuwan.

Kamis, 18 Oktober 2012

10 Tips untuk Mengambil Hati "Bos"

Ups..jangan salah persepsi dulu..kalo anda membaca Judul ulasan kami diatas...
Maksud dari judul kami diatas adalah ,,adalah tips yang jitu bagi anda agar menjadi karyawan yang tepat dan sesuai dengan keinginan atasan "Bos" anda. 
Kami menyajikan 10 tips jitu  untuk anda agar selalu dapat diandalkan oleh atasan anda, yaitu :  
1. Loyalitas kerja
Tunjukan Loyalitas kerja serta rasa hormat andakepada bos anda dengan cara tidak membicarakan kejelekan dia terhadap sesama rekan kerja lainnya.
2. Team player
Buktikan kepada sesama rekan kerja atraupun pada atasan bahwa anda mampu bekerja sama secara team (team work) dan anda juga memiliki empati yang tinggi kepada rekan sesama team
3. Menjaga nama baik atasan 
Dengan cara menyelesaikan tugas secara teat waktu dan sempurna, Berikanlah ide cemerlang anda kepada atasan agar dapat membawa nama baik divisi anda.
4. Memperluas Wawasan 
Anda wajib memantau / meng-update perkembangan bidang pekerjaan yang anda tekuni saat ini dengan membikin jurnal / weekly report / mengikuti seminar atau yang lainnya.
5. Tidak Perhitungan 
Jika tugas anda sudah selesai , tidak ada salahnya sesekali membantu dan membereskan pekerjaan lainnya , atau membantu pekerjaan rekan lainnya, asal anda tidak kelelahan sehingga esok harinya malah tidak bisa kerja akibat membantu teman...he.he...lakukanlah semampu anda..saja..
 6. Tampil prima 
Jaga penampilan anda agar selalu tampak segar dan profesional . Jangan sampai rekan lain menangkap kesan bahwa anda bekerja secara tertekan.
7. Bisa Diandalkan 
Penuhi janji anda kepada atasan anda. Hati-hati jangan sering obral janji agar anda dapat melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai tepat waktu, dan tisdak di tuduh sebagai tukang obral janji baik oleh bos anda atau rekan kerja anda .Jadikanlah prioritas bos anda sebagai prioritas utama.
8. Lepas  Persoalan Pribadi
Tinggalkanlah  persoalan pribadi di rumah anda ...semaksimal mungkin..jangan jadikan rekan kerja anda sebagai terapis   persoalan  pribadi anda. 
9. Memberi Solusi 
Janganlan anda selalu 'lari' kepada atasan anda setiap kali menghadapi masalah dalam pekerjaan anda, sedapat mungkin menyelesaikan masalah tersebut sendiri, jika memang harus melaporkan ke Bos anda , laorkanlah secara detail perkembangannya kepadanya, dan jangan lupa berikanlah solusi alternatif yang sekiranya dapat anda lakukan atas masalah yang sedang dihadapi.
10.Tepat waktu
Artinya anda selalu bersikap on time (tepat waktu) dalam melaksanan tugas kerja anda baik saat hadir     dalam rapat, membuat janji dengan klien maupun dalam mempersiapkan proposal  kerja yang sesuai dengan target andal Jadi bukan hanya  on time dalam hal absensi  datang dan masuk kerja saja.

Tips sukses mengambil hati atasan

Anda sudah lama bekerja tetapi atasan Anda memandang Anda pegawai biasa-biasa saja walaupun Anda menilai bahwa diri Anda adalah pegawai potensial dengan kemampuan lebih dari rekan pegawai yang lain? Kalau iya, kemungkinan Anda tidak pernah menunjukkan kemampuan lebih Anda kepada atasan Anda. Saya memiliki tips yang dulu saya terapkan untuk diri saya sendiri ketika baru mulai bekerja.
#1 – Selesaikan Semua Tugas Anda
Sebagai pegawai kita pasti memiliki tugas dan tanggung jawab sesuai dengan job description kita. Apa puntugas yang menjadi tanggung jawab kita harus kita selesaikan dengan paripurna. Jangan sampai ada tugas yang tidak kita selesaikan.
#2 – Tunjukkan Bahwa Anda Adalah Pegawai Yang Mandiri
Masih berkaitan dengan tips #1, selain mengerjakan semua tugas, kita juga harus menunjukkan kepada atasan bahwa kita ini pegawai yang mandiri. Pegawai yang paham akan tugas dan tanggung jawab masing-masing dan mampu bekerja dengan supervisi minimal. Atasan akan senang kalau kita mampu membereskan seluruh pekerjaan kita tanpa harus selalu disuruh-suruh dan diawasi terus. Pegawai yang mampu bekerja mandiri akan mendapat perhatian yang lebih dari atasan.
#3 – Tunjukkan Bahwa Anda Ikut Memikirkan Kemajuan Perusahaan
Kebanyakan pegawai merasa kalau dirinya sudah bekerja sesuai dengantugas dan tanggung jawabnya, tiba di kantor tepat waktu dan pulang pada waktunya maka dia telah memberikan pelayanan yang senilai dengan gaji yang dia terima. Perilaku seperti itu adalah perilaku pegawai biasa-biasa saja yang akan sangat lama untuk bisa maju dalam karirnya. Anda tidak boleh begitu. Anda harus menunjukkan bahwa Anda adalah pegawai yang peduli pada perusahaan dan siap memberikan sumbangan lebih untuk kemajuan perusahaan. Pulang kerja tepat waktu walaupun tidak salah sebaiknya tidak Anda lakukan setiap hari. Buatlah analisis-analisis terhadap pekerjaan Anda. Temukan metoda-metoda baru yang memungkinkan Anda atau orang lain untuk mengerjakan tugas-tugas sejenis secara lebih efisien lalu sampaikan kepada atasan Anda mengenai metoda-metoda itu, lengkap dengan perbandingan dengan metoda yang lama. Kalau metoda baru Anda memang lebih efisien, atasan tentu akan mau menerima metoda baru dari Anda.
#4 – Tunjukkan Kapsitas Lebih Anda, Mintalah Tugas-tugas Tambahan
Setelah mampu menyelesaikan semua tugas, tunjukkan bahwa Anda memang memiliki kemampuan lebih. Mintalah tugas-tugas baru yang lebih banyak daripada yang semestinya Anda kerjakan sesuai job description. Atau, tawarkanlah kepada atasan Anda untuk membantunya menyelesaikan pekerjaan yang belum tersentuh olehnya. Apabila Anda memang mampu menyelesaikan tugas-tugas tambahan/bantuan, atasan Anda akan bisa melihat bahwa Anda memiliki kapasitas dan kapabilitas yang masih terbuka untuk dikembangkan. Teruslah meminta tugas-tugas tambahan sehingga tanpa Anda atasan Anda tidak akan mampu menyelesaikan pekerjaan tersebut.
#5 – Ajukan Diri Untuk Melakukan Tugas-tugas Sulit tetapi Jangan Menjilat
Apabila atasan Anda memiliki tugas-tugas dengan tingkat kesulitan tinggi, ajukanlah diri Anda untuk melaksanakan tugas tersebut. Namun, jangan mengajukan diri hanya untuk menjilat. Ambillah tugas-tugas yang memang mampu Anda kerjakan atau minimal Anda memiliki cukup pengetahuan untuk menyelesaikannya dalam waktu yang ditentukan.
Menjilat kadang-kadang berhasil. Akan tetapi, percayalah bahwa tanpa menjilat pun Anda akan mampu mengambil hati atasan asalkan Anda mampu menunjukkan bahwa diri Anda memang berlian bagi perusahaan.
#6 – Buatlah Atasan Bergantung Kepada Anda
Atasan bukanlah orang yang serba bisa. Kadang-kadang ada hal tertentu yang atasan tidak mampu mengerjakan karena keterbatasannya. Cari tahulah mengenai tugas-tugas yang paling sulit untuk dikerjakan oleh atasan dan ajukan diri untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Apabila setiap pekerjaan sejenis selalu diberikan kepada Anda, lama-lama atasan akan bergantung kepada Anda dan meyakini bahwa Anda adalah pegawai yang dapat diandalkan dan memiliki kemampuan lebih sehingga kepada Anda pantas diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang yang lebih tinggi.

Ambil hati atasan tanpa cari muka

Ingin naik jabatan? Pastinya hal tersebut jadi dambaan. Karier naik dan tentu demikian juga dengan gaji. Karena itu, sesekali Anda juga harus pintar-pintar mengambil “hati” atasan. Tentu, bukan dengan cara menjilat atau mencari muka.

Berikut beberapa tips yang sebagian disarikan dari buku Lead Your Boss: the Subtle Art of Managing Up yang ditulis oleh John Baldoni yang dapat Anda terapkan di kantor agar atasan “jatuh cinta”, tanpa membuat rekan kerja menganggap kita hanya cari muka.

Nikmati Pekerjaan
Selalu tampil ceria dan antusias, walaupun beban pekerjaan yang diberikan atasan kepada Anda sangat banyak. Tunjukan sikap dan kepribadian yang positif setiap saat. Tapi, kita tetap harus tahu batas kemampuan yang dimiliki. Katakan terus terang kepada atasan bila kita tidak mampu mengerjakannya sendiri.

Bekerja maksimal
Yakinkan dan tunjukkan kepada atasan bahwa Anda bisa bekerja dengan tanggung jawab 100%. Selesaikan pekerjaan sebelum waktu deadline yang telah ditentukan, dan selalu tepat waktu.

Tunjukkan inisiatif
Selalu berinisiatif dengan memberikan pemecahan masalah dalam pekerjaan. Jangan hanya menjadi “boneka” di kantor. Inisiatif sangat dibutuhkan untuk menunjukan potensi terbesar kita kepada atasan. Tapi jangan pula sampai kebablasan. Tetaplah meminta bos untuk menentukan keputusan final, tentunya dengan masukan-masukan yang Anda berikan.

Ambil risiko
Cobalah sesekali mengajukan diri menjadi sukarelawan dalam sebuah proyek baru yang sangat menantang. Atasan akan menilai Anda sebagai orang yang berani mengambil risiko untuk maju. Tentu, lakukan dengan penuh perhitungan sehingga pekerjaan pun bisa dituntaskan dengan maksimal.

Bekerja sebagai tim
Satu hal penting yang akan disukai oleh atasan adalah bila kita bisa bekerja dengan baik sebagai tim. Bantulah rekan kerja tanpa pamrih dan jangan sungkan untuk memberikan pujian atas apa yang telah mereka capai.

Jujurlah
Katakan sejujurnya bila kita melakukan kesalahan. Atasan akan lebih menghargai seseorang yang mengakui kesalahan daripada mereka yang bersembunyi di balik hal negatif yang dilakukan, dan membiarkan orang lain atau rekan satu tim menanggungnya. Dan, jangan lupa untuk belajar dari pengalaman melakukan kesalahan tersebut.

Sabtu, 15 September 2012

5 ciri perusahaan yang ramah

5 ciri perusahaan yang ramah bisa dilihat sebelum anda mulai bekerja di sana dengan melihat lingkungan yang berada di sekitarnya. 5 ciri perusahaan yang ramah terhadap para karyawannya akan sangat membantu kinerja mereka. Karena para karyawan yang merasa nyaman dengan peraturan perusahaannya secara otomatis kinerjanya akan meningkat dan menguntungkan kedua belah pihak. Ada beberapa perusahaan yang mempunyai kebijakan yang sangat merugikan karyawan dan perusahaan semacam inilah yang mematikan kreatifitas karyawan.

Ciri pertama yang bisa anda lihat untuk menilai perusahaan anda adalah karyawan direkrut berdasarkan keberagaman dan dibina sejak awal. Banyak perusahaan yang melakukan pendekatan reaksioner untuk menghadapi isu-isu tertentu. Namun perusahaan yang baik dan ramah terhadap karyawannya akan memberikan pelatihan untuk setiap karyawan untuk menularkan sikap suportif. Selain itu juga menerima karyawan lain dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Perilaku karyawan akan digodok sejak awal sehingga mengurangi keluhan di kemudian hari.

5 ciri perusahaan yang ramah yang ke dua adalah setiap karyawan berprestasi diberi kesempatan menduduki jabatan penting. Di perusahaan tersebut, karyawan perempuan dan laki-laki diperlakukan sama dan memperoleh hak yang sama pula. Misalnya jika ada karyawati yang berprestasi, maka karyawati tersebut juga bisa menempati posisi yang lebih tinggi walaupun dia seorang perempuan. Jadi, di dalam perusahaan tersebut tidak ada diskriminasi antara laki-laki dan perempuan.

Ciri ke tiga adalah kebijakan yang dibuat mencerminkan nilai-nilai perempuan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa perusahaan yang mayoritas jajaran top-level diisi oleh perempuan akan menciptakan lingkungan lebih baik bagi karyawan perempuan, dan begitu pula sebaliknya. Namun, tidak menutup kemungkinan juga pada kebijakan yang diberlakukan di dalamnya. Jika atasan anda tidak menganut nilai-nilai yang menyertainya dan tidak bersedia mengakui kebutuhan individu berarti konsep kesejahteraan karyawan hanya sekedar wacana.

5 ciri perusahaan yang ramah yang ke empat adalah karyawan diberikan jam kerja yang fleksibel. Misalnya, jika karyawan perempuan lebih sering meminta ijin setengah hari karena anaknya sedang sakit. Hal tersebut tidak boleh dianggap sebagai pilih kasih maupun memandang miring kenyataan ini. Seorang perempuan yang masih memperhatikan keluarganya juga bisa dikatakan sebagai seorang yang bertanggung jawab. Untuk itulah, yang dimaksud dengan jam kerja fleksibel adalah bekerja dalam jumlah waktu yang sama dan mengerjakan tugasnya dengan tuntas.

Ciri yang ke lima adalah program dan fasilitasnya. Kebijakan perusahaan mengenai fasilitas apa yang mereka sediakan akan mencerminkan nilai-nilai mereka. Bila tidak ada benefit atau fasilitas yang ditawarkan, anda secara otomatis langsung tahu dan faham bagaimana perusahaan tersebut menghargai karyawannya. Misalnya, promosi jenjang karir, bonus, dan lain sebagainya. Jika anda melihat ke lima ciri tersebut ada pada perusahaan anda atau pada perusahaan yang anda lamar, berarti anda sudah tepat dalam menentukan pilihan. Tetapi jika kenyataannya anda tidak merasakan benefit tersebut di perusahaan tempat anda bekerja sekarang, sebaiknya anda tidak berdiam diri. Anda harus berusaha mencari perusahaan lain yang lebih baik dari sekarang. Mungkin sebagian orang akan menganggap anda terlalu pilih-pilih pekerjaan, tetapi yang merasakan semuanya adalah anda. Jadi, anda tidak perlu terpengaruh omongan di luar karena kesuksesan anda harus anda capai sendiri. Terkadang seseorang akan lebih memilih jalur aman sebagai karirnya, yaitu tetap bertahan di perusahaan yang sekarang walaupun kualitasnya buruk daripada meninggalkan zona aman dan mengejar yang terbaik. Di sinilah anda harus mulai berpikiran berani. Jika sekarang anda berada di zona aman tetapi tidak mendukung kebahagiaan dan kenyamanan anda, sebaiknya tinggalkan zona aman anda dan mulai cari sesuatu yang lebih baik. Walaupun tidak mudah, tetapi anda harus tetap berusaha keras.


dikutip dari http://infoduit.com/5-ciri-perusahaan-yang-ramah