Tampilkan postingan dengan label aliran rasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aliran rasa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Juli 2017

Aliran Rasa (Menumbuhkan Minat Baca)

Sebuah aliran rasa..
Membaca adalah gudang ilmu. Saya percaya itu. Pengetahuan menjadi luas karena membaca, dan pada akhirnya tulisan seseorang mencerminkan..Apakah ia suka membaca atau tidak.hehe. 
Saya beruntung mewarisi ibu yg gila buku. Selalu mengumpulkan uang saku demi membeli sebuah buku. Entah..Apa yg beliau tularkan pada saya, saya tak begitu ingat. Hingga saya menjadi "gemar membaca buku". Saya ingat betul.... Bapak jg tak pernah berkata tidak ketika saya ingin membeli buku (meskipun bapak tipe auditori. Males membaca dan lebih suka dibukakan buku ketika butuh materi untuk khotbah)😂

Berbeda dengan pola asuh di keluarga suami. Buku sepertinya bukan kebutuhan pokok mereka. Meskipun bapak mertua kerja di sebuah penerbitan dan menjadi editor... Tapi sepertinya tak satupun anak-anaknya suka baca buku (termasuk suami). Ditambah lagi dgn kesibukan suami yg super duper...Tantangan ini "seperti" tidak berjalan untuk beliau. Ya sudahlah... Setidaknya beliau tak lagi nyinyir ketika setiap bulan saya "pasti" membeli buku. Bahkan kemarin, suami saya langsung berkata "ya" ketika saya minta transfer untuk beli buku. Hehehe. Seneng yaaa.....Kemajuan tidak berjalan serta Merta. Saya yakin, suatu saat suami akan cinta buku. 😊

#aliranrasa
#GameLevel5
#KuliahBundSayIIP
#ForTheThingstoChangeIMustChangeFirst

Sabtu, 13 Mei 2017

Aliran Rasa#Mengenal Gaya Belajar

Selama ini sebagian besar dari kita terpaku pada pola belajar yg salah. Kenapa saya bilang salah? Karna yg dianggap belajar adalah duduk manis membaca buku, khusyu, tenang tanpa alunan musik. Sementara anak yg banyak bertingkah, kita anggap anak yg "ndlidis", bandel, malas belajar, tak bisa diatur.

Mungkin dulu, anak-anak yg memiliki gaya belajar kinestetik "dipaksa" untuk mengikuti gaya belajar anak visual dan auditori. Sehingga, gaya belajarnya menjadi tak berkembang dan ia menjadi pembelajar yg malas.

Tantangan mengenal gaya belajar ini menyadarkan saya, bahwa tiap individu memiliki gaya belajar yg berbeda, tidak bisa dipaksakan harus sama. Sebagai calon orang tua, hendaknya kita bijak. Mempelajari gaya belajar masing-masing anak. Semoga dimudahkan.

#AliranRasa
#MengenalGayaBelajar
#KuliahBundSayIIP

Jumat, 14 April 2017

Ketika yg biasa terasa istimewa

Aliran rasa: My Family My Team

Hari-hari kami nikmati berdua saja di tanah rantau. Walau sebenarnya intensitas bertemu suami hanya malam menjelang tidur dan pagi ketika suami akan berangkat kerja. Di tulisan sebelumnya pernah saya ceritakan.. suami kerja hari Senin-Jumat pukul 07.30-22.00 (atau lebih) dan Sabtu pukul 07.30-18.30 (atau lebih) tanggal merah tetap masuk, hari Ahad masuk jika si bos memanggil. (Dispensasi hari Ahad libur bagi suami yg mengajak keluarganya ke rantau). Oya, rata2 teman suami jarang yg membawa istri dan anaknya ke rantau, rata2 gak betah dan minta pulang lagi. Bisa dibayangkan betapa sepinya hidup saya.

Sampai akhirnya suami dipindahtugaskan ke kantor pusat. Dengan hari kerja senin-jumat pukul 08.00-17.00 (tapi kenyataan,rata2 pulang di pukul 21.00), Sabtu-Ahad libur, tanggal merah libur. Doa yg selalu kami panjatkan akhirnya terkabul tanpa harus meminta mutasi. Konsekuensi nya, saya bisa ditinggal dinas seluruh Indonesia minimal 3 hari dan maksimal 2 Minggu (Alhamdulillah belum ada DL..) dan gaji yg menyusut dari sebelumnya (tapi insya Allah lebih berkah).

Sangat...Sangat bersyukur dengan takdir Allah SWT ini, tak bisa membayangkan jika suami masih kerja di kantor lama.. menyusun project keluarga barangkali menjadi mustahil dilakukan. Alhamdulillah, suami sangat antusias dan menikmati prosesnya walau awalnya beliau "ngikut" karna istrinya minta tolong saja. Bahkan di akhir project beliau sempat berangan begini dan begitu dengan project lainnya.

Jujur saya sempat mengalami bosan karena kemana2 berdua saja, ngobrol juga lama lama jenuh..Karna sudah terlalu banyak yg kami obrolan hanya berdua saja. Tapi dengan project ini, seperti ada sesuatu yang baru. Ada kolaborasi, ada komunikasi, ada ide, dan ada "product" yg kami buat. Walaupun sederhana, ketika dikonsep dengan matang, "rasanya" juga semakin "ngena".

Sempet Baper juga karena teman yg lain bisa beraktivitas membuat project bersama buah hati tercinta. Apalagi saling curcol di grup whatsapp. Sepertinya seru sekalii...Dan Tentu tantangannya lebih berat ya.. saya hanya bisa menyimak dalam diam saja. Karna cerita saya tak semenarik cerita ibu-ibu lainnya.

Sempet menitikkan air mata karena rindu sosok mungil di tengah-tengah kami. Rindu mendidik sepenuh hati sesuai dgn apa yg telah banyak IIP berikan. Khawatir jika ilmu ini menguap begitu saja jika tak lekas dipraktekkan.

Ah..Campur aduk pokoknya mengerjakan tantangan ini...

#AliranRasa
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundSayIIP

Rabu, 15 Maret 2017

Sebuah tindakan kecil untuk perubahan besar

Aliran rasa #tantangan 10 hari Melatih Kemandirian

Saya paham betul..tak mudah mengubah kebiasaan orang lain pun kebiasaan sendiri yg "terlanjur" menjadi budaya bahkan puluhan tahun dilakukan dan diulang ulang setiap harinya. Merubahnya sama hal nya mengajari anak kecil yg belum tahu apa-apa menjadi tahu apa-apa.

Ya..karena segala tindakan dan pola pikir kita saat ini adalah hasil pengalaman belajar kita di masa lampau. Jika saja ego berbicara, akan seperti ini jadinya:
...bukan salah saya gak bisa masak.. Ibu saya dulu selalu menyuruh saya menyingkir setiap kali beliau masak. (Misalnya)...

Tapi, bukan ego yg diperlukan disini. Melainkan sebuah kesadaran besar bahwa seperti itulah saya "dibentuk" dan ternyata hasilnya "kurang sesuai harapan". Maka, saya harus " meninggalkan kebiasaan lama dan "membenahi" nya dari awal lagi menjadi lebih baik untuk menjadi teladan bagi anak-anak saya nanti.

Itulah pembelajaran yg saya dapatkan dalam mengerjakan tantangan kemandirian ini. Pembelajaran itu pula lah yg saat ini berulang-ulang saya tanamkan kepada suami. Aliran rasa ini bukanlah akhir dari selesainya tantangan kami, tapi ini adalah awal bagi kami untuk terus belajar dan belajar memantaskan diri sebagai calon orang tua kelak. Masih banyak kekurangan yg kami miliki sehingga saya, khususnya seringkali merasa banyak banyak bersyukur Allah memberikan lebih banyak kesempatan bagi saya untuk belajar (daripada yg lain) tentang menjadi ibu profesional sebelum saya benar-benar mendapatkan gelar ibu.

#GameLevel2
#AliranRasa
#KuliahBundSayIIP