Rabu, 15 Maret 2017

Sebuah tindakan kecil untuk perubahan besar

Aliran rasa #tantangan 10 hari Melatih Kemandirian

Saya paham betul..tak mudah mengubah kebiasaan orang lain pun kebiasaan sendiri yg "terlanjur" menjadi budaya bahkan puluhan tahun dilakukan dan diulang ulang setiap harinya. Merubahnya sama hal nya mengajari anak kecil yg belum tahu apa-apa menjadi tahu apa-apa.

Ya..karena segala tindakan dan pola pikir kita saat ini adalah hasil pengalaman belajar kita di masa lampau. Jika saja ego berbicara, akan seperti ini jadinya:
...bukan salah saya gak bisa masak.. Ibu saya dulu selalu menyuruh saya menyingkir setiap kali beliau masak. (Misalnya)...

Tapi, bukan ego yg diperlukan disini. Melainkan sebuah kesadaran besar bahwa seperti itulah saya "dibentuk" dan ternyata hasilnya "kurang sesuai harapan". Maka, saya harus " meninggalkan kebiasaan lama dan "membenahi" nya dari awal lagi menjadi lebih baik untuk menjadi teladan bagi anak-anak saya nanti.

Itulah pembelajaran yg saya dapatkan dalam mengerjakan tantangan kemandirian ini. Pembelajaran itu pula lah yg saat ini berulang-ulang saya tanamkan kepada suami. Aliran rasa ini bukanlah akhir dari selesainya tantangan kami, tapi ini adalah awal bagi kami untuk terus belajar dan belajar memantaskan diri sebagai calon orang tua kelak. Masih banyak kekurangan yg kami miliki sehingga saya, khususnya seringkali merasa banyak banyak bersyukur Allah memberikan lebih banyak kesempatan bagi saya untuk belajar (daripada yg lain) tentang menjadi ibu profesional sebelum saya benar-benar mendapatkan gelar ibu.

#GameLevel2
#AliranRasa
#KuliahBundSayIIP

Kamis, 09 Maret 2017

LEVEL#2: MELATIH KEMANDIRIAN Days 10

:: YES, I CAN ::

Minggu pagi. Seperti biasa, waktunya olahraga pagi. Aku dan suami sepakat, minggu ini kami akan lari pagi di TMII. Kebetulan lokasinya hanya 15 menit dari rumah. Selesai siap-siap, aku mengeluarkan motor dari ruang tamu yang berfungsi sementara menjadi garasi di malam hari.

          "Aku aja yah...yang manasin motornya," ujarku bersemangat.
          "Emang bisa? suami tampak meremahkan.
          "Bisa dong..." jawabku mantap.

GLUDAK. Caraku mendirikan motor dengan 2 kaki masih kasar. Suami sampai keluar teras.Hahaha.

          "Bunda...pelan-pelan to"
          "Yang penting kan bisaa" eyelku

Tiba saatnya menstarter. Hentakan pertama..kedua..ketiga..kelima.. belum juga berhasil. Suami keluar lagi..

          "Butuh bantuan?"
          "Belum, coba lagi" 

dan entah hentakan ke berapa, akhirnya nyala juga motornya. Yeayy berhasil. Ujarku dalam hati. Keluarlah suami, dan langsung lah dinasihatin ini itu. Katanya, nyalakan motor tuh sekali hentakan aja. Yang kenceng hentaknya..bla..bla..bla,, Lah perasaan saya juga menghentak, bukan mengayun mendayu dayu.hehehe. Saya berhasil menyelesaikan tantangan ini. Sepertinya masih harus diteruskan di tantangan saya berikutnya.

#Level2
#KuliahBundSayIIP
#MelatihKemandirian

Selasa, 07 Maret 2017

:: I CAN DO IT..!! BY MYSELF ::


LEVEL#2 : MELATIH KEMANDIRIAN Days 9

Tantangan hari ke 9 melatih kemandirian kali ini saya manfaatkan untuk melatih diri saya sendiri mendirikan motor dengan dua standart dan men-starter menggunakan kaki. Sebelum tantangan ini dimulai pernah mencoba dan berhasil, namun jika ada suami, saya lebih senang untuk meminta tolong kepadanya.hehe. Bisa karna terbiasa. Jika tak mau membiasakan akhirnya jadi tak terbiasa lagi. Hal ini yang menimpa saya. Kenapa saya kekeuh ingin bisa melakukan 2 hal ini?

Pernah membaca manual book perawatan motor di buku service motor yang anda beli? saya membaca itu. Tahun 2011 saya dibelikan bapak motor matic karna "dianggap gagal" mengendarai motor manual. Sebelumnya saya belajar motor manual dan tak pernah mulus saat mengganti gigi 1 ke 2, atau mundur dari 3 ke 1. Karna (mungkin), bapak sudah tua dan capek mengantar anaknya kemana-mana, alhasil saya dibelikan motor matic yang notabene tak pernah belajar motor matic sebelumnya. Alhamdulillah, percobaan pertama saya dengan motor matic langsung saya lakukan di jalan raya. Perjalanan dari rumah menuju kampus yang berjarak 6 km lebih. Prinsip utamanya adalah jangan ngebut, ngerem dengan 2 rem tangan, dan jangan nyalip kendaraan besar seperti truk dan bis.hehe.

Trus, apa hubungannya dengan manual book? Nah. di manual book yang saya baca, cara perawatan motor matic salah satunya adalah dengan rajin memanaskan motor sebelum digunakan. Saat masih tinggal bersama orang tua, bapak yang setiap hari rajin memanaskan motor bahkan mencucinya. Ternyata memanaskan motor matic merk "b*at" dengan seri seperti milik saya adalah harus dengan mendirikannya dengan 2 kaki dan starter kaki untuk awal pertama sebelum digunakan. Jika motor tidak di berdirikan dengan 2 kaki, maka ia tak dapat di starter. Yasudahlah.. karna berat sekali bagi saya (saat itu) untuk melakukan keduanya, toh bapak sudah rajin melakukan setiap hari, jadi saya tidak pernah mencoba.

Nah, setelah menikah ini....ternyata ketauan, suami bukan tipe perawat motor seperti lelaki kebanyakan. Jarang memanaskan motor, apalagi mencuci motor sendiri. Waktu itu, saya hendak kirim paket afrakids ke reseller saya, tiba-tiba motor tidak mau nyala distarter tangan. Waduh, gimana inii...padahal paket harus dikirim ke jasa ekspedisi saat itu juga. Untung ada tetangga. Oleh tetangga, motor saya di starter kaki dan alhamdulillah mau nyala. Berawal dari kisah itulah, saya bertekad untuk bisa mendirikan motor dengan 2 kaki dan menstarter nya.

Tantangan 1 saya kali ini, BERHASIL..!! Saya mampu mendirikan motor dengan 2 kaki meskipun "masih kasar" dan miring kemana-mana. Tantangan berikutnya adalah menstarter motor menggunakan kaki. Biasanya cukup 1 kali hentakan saja di kaki para lelaki (tsahhh). Daaannnnn....di tangan saya butuh..... 20 kali lebih hentakan baru motor mau nyala.Hadeehhh. Hampir menyerah di hentakan ke berapa entahlah. Mengatur nafas sekejap lalu mencoba lagi. Bukan saya namanya kalau menyerah,hehe. Alhamdulillah...2 tantangan berhasil dalam satu waktu. Suami saya kaget waktu akan berangkat, melihat motor sudah berdiri tegak dan dipanaskan.heheh.

#Level2
#KuliahBundSayIIP
#MelatihKemandirian

Minggu, 05 Maret 2017

:: Melatih Konsistensi Perilaku Part 2 ::

GAME LEVEL#2: MELATIH KEMANDIRIAN Days 8

Karakter muncul dari pembiasaan. Pembiasaan tidak cukup hanya 10 hari, 1 bulan, atau 1 tahun. Pembiasaan itu butuh waktu seumur hidup. Seperti pagi ini, karena bangun kesiangan.. sepertinya suami lupa untuk menaruh barang-barang kembali di tempatnya. Handuk masih tergeletak, baju kotor belum ditaruh di tempatnya, dan lain-lain. Saya yang dalam kondisi terburu-buru menyiapkan rutinitas pagi juga lupa untuk mengingatkan. Suami buru-buru berangkat. Daan... setelah suami berangkat barulah saya sadar barang-barang tergeletak di tempat yang tidak semestinya. Terpaksa saya lah yang membereskan semuanya. Karna jika menunggu suami pulang terlalu lama. OK fix.

Alhamdulillah, saya sudah lebih santai menghadapi situasi seperti ini. Berusaha menurunkan perfeksionisme dalam diri saya dan berusaha memahami usaha suami melakukan perubahan. Mungkin ada banyak kelemahan juga pada diri saya meskipun ketika saya meminta suami menyebutkan kelemahan saya, beliau bilang tidak ada. Padahal saya sungguh-sungguh meminta untuk mengevaluasi diri saya.

#Level2
#KuliahBundSayIIP
#MelatihKemandirian

Jumat, 03 Maret 2017

:: Menengok Konsistensi Perilaku ::


GAME LEVEL #2 : MELATIH KEMANDIRIAN Days 7

Masih ingat tantangan 10 hari menaruh atau mengembalikan barang ke tempatnya untuk suami? Masih doong.... ini baru hari ke 7. Alhamdulillah selama 6 hari pengamatan, perubahan cukup signifikan sudah mulai terlihat.. kadang masih saya kode sihh...dengan lirikan atau tunjukan tangan, tapi sudah tidak dengan omelan seperti sebelum-sebelumnya.hihi.

Ada kejadian lucu. Setelah terbiasa menaruh barang di tempatnya, suami masih saja sering lupa dimana menaruh barang-barang nya. 

"bun, jaketku dimana?" (padahal jaket beliau gantung sendiri di gantungan jaket)
"bun, hp ku dimana?"
"bun, kunci motornya dimana?"

Saya hanya menjawab, "emang naroh nya dimana tadi?"

Mungkin nih mungkin... hanya tebak-tebakan saya aja. Suami biasa menaruh barang-barang di tempat yang terlihat di mata beliau yaa....jadi, begitu barang-barang tersimpan rapi di tempatnya malah merasa kehilangan.hihi

#Level2
#KuliahBundSayIIP
#MelatihKemandirian

# Bersahabat dengan setrika

GAME LEVEL #2: MELATIH KEMANDIRIAN Days 6

Yeyy...!!sudah hari ke 6. Sudah mulai bisa membiasakan diri mengambil alih tugas menyetrika. Awalnya saya hanya menyetrika baju kerja suami saja, 1-2 pcs lalu cabut kabel setrika. Dipikir-pikir lagi boros listrik. Saya pun menyisipkan agenda menyetrika ke dalam glondongan tugas yang harus diselesaikan. Saya terbiasa mencuci 2 hari sekali (karna gak pake mesin dan area jemur terbatas). Untuk menytrika, saya tetapkan seminggu 1x, saat weekend di pagi atau sore hari. Masih butuh waktu untuk benar-benar menyukai aktivitas menyetrika. Rasa malas saat hendak memulai, atau merasa lelah dengan aktivitas yang saya anggap lebih "penting" adalah godaan terbesar. Meringankan 1 pekerjaan yang tadinya di handel suami. Semoga suami lebih punya banyak waktu untuk istirahat di rumah dan menikmati "ME TIME" nya... hanya itu alasan saya.

#Level2
#KuliahBundSayIIP
#MelatihKemandirian

Rabu, 01 Maret 2017

:: Berteman dengan Setrika ::


GAME LEVEL #2: MELATIH KEMANDIRIAN Days 5 

Tak terasa sudah separuh perjalanan menjalankan tantangan 10 hari melatih kemandirian, masih butuh perjuangan panjang untuk tetap bisa istiqomah sepanjang hayat menjalankan ini semua. Hari ini saya melatih kemandirian diri saya sendiri yaitu menyetrika. Ya! menyetrika. Bukan karna saya tidak bisa menyetrika tapi karna saya tidak suka. Saya paling malas menyetrika. Paling jika ada acara di luar, saya baru menyetrika. Itupun kadang saya memilih baju yang anti kusut agar tidak usah menyetrika.haha. Dulu sewaktu suami masih kerja di proyek, pakaian nya tidak pernah saya setrika, karna pakaian nya antikusut juga.hihi. Nah, karna hampir 3 mingguan ini suami pindah kerja ke kantor, seragam proyek berganti seragam kantor yaitu atasan hem dan celana kain, mau tidak mau saya menyetrika pakaiannya.

Jadwal harian saya berubah. Kini, ada agenda menyetrika disana. Awal-awal menyetrika, saya banyak mengeluh. Ini kenapa kusut terus, ga licin-licin. Itu umpat saya. Saya juga hanya menyetrika pakaian kerja suami saja yang hanya 2-3 pcs. Duuhhh....pilih ngepel atau ngosek kamar mandi deh daripada disuruh setrika.Sumpah! Masih belum ikhlas rasanya... kerja jadi berat.hehe

*beralih ke observasi perubahan kemandirian suami*
Hari ini sepulang kerja, suami langsung meletakkan tas, helm, kunci motor di tempatnya :)
Selepas mengaji, al quran masih tergeletak di kursi. Saya diamkan. Beberapa menit kemudian, al quran sudah ada di tempatnya. Good Job..!! ^^

#Level2
#KuliahBundSayIIP
#Melatih Kemandirian